Langsung ke konten utama

OBROLAN BERMAKNA DI KALA SENJA



#CERDAS2

OBROLAN BERMAKNA DI KALA SENJA



Assalamualaikum wr wb semuanya, ketemu lagi sama aku nih.. Kali ini aku mau cerita tentang seseorang yang cocok banget buat dijadikan role model dalam berumah tangga.

Oke kita mulai aja ya. Senja saat itu tak menampakkan keindahan warna jingganya, hanya awan kelabu yang tampak sejauh mata memandang. Tanda-tanda rintik hujan yang akan membasahi bumi ini tampak begitu nyata. (Oke sok puitis sedikitlah ya.. hehe).

Sore itu ketika sudah mendekati jam pulang kantor datanglah seorang distributor yang familiar. Sebut saja Pak Alim. Pak Alim ini salah distributor yang hebat menurutku. Saking hebatnya jadi binggung ngasih alasan kenapa Pak Alim ini bisa hebat, hahaha.. Mungkin aku kasih sedikit ilustrasi yang aku ketahui tentang Pak Alim ini aja ya. Biar agak mudah menemukan alasan kenapa Pak Alim bisa hebat. Pertama Pak Alim ini sudah berkeluarga dan dikaruniai 4 orang anak, dan seluruh anaknya sekolah di sekolah swasta Islami serta semua anaknya alim dan penurut. Kedua, walaupun Pak Alim ini bukan pegawai melainkan seorang wirausaha ia bisa memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya. Ketiga, Pak Alim ini pintar ngelucu. Keempat, pas waktunya serius Pak Alim ini bisa ngasih cerita-cerita yang sangat inspiratif dan patut diteladani. Gimana sudah tau kenapa Pak Alim ini hebat kan?? Dan kali ini aku bakalan nyeritain obrolanku dengan Pak Alim yang aku kira cukup berkualitas.

Kala itu Pak Alim sudah cukup lama tak pernah datang ke kantor, karena ia sudah pindah ke luar pulau Jawa. Jadi sedikit kaget melihat Pak Alim tiba-tiba datang. Setelah keperluannya selesai ia tak langsung pulang karena hujan deras sudah mulai mengguyur. Kami mulai mengobrol dan sampailah di obrolan tentang pendidikan anaknya. Aku termasuk orang yang sangat tertarik mendengar dan mengetahui tentang bagaimana kehidupan orang-orang yang bisa sukses dalam hidupnya. Sukses dalam membesarkan keempat anaknya.

Pada intinya kami ngobrol bagaimana tentang cara membesarkan anak dengan baik. Walaupun aku belum menikah dan belum punya anak tapi aku tertarik mendengarkan untuk jadi bekalku kelak. Cara membesarkan anak menurut Pak Alim ini patut kuacungi jempol, kebetulan juga aku sudah pernah bertemu juga dengan keempat anaknya ketika dibawa ke kantor. Semuanya alim-alim dan penurut. Lalu aku tanya bagaimana caranya agar anak-anak bisa jadi alim dan penurut? Yah FYI lah di zaman sekarang ini gak sedikit anak yang berani sama orang tuanya. Dan jawaban Pak Alim ini cukup simpel, "ketika kamu pengen jadi nelayan yang handal kamu harus tinggal di kampung nelayan juga. Maksudnya gini mbak kalau pengen anak jadi alim ya kita harus memilihkan lingkungan yang alim untuk anak tersebut. Jadi ketika lingkungan sekitar anak dipenuhi dengan keluarga dan teman-teman yang alim yang telah diperkenalkan Islam sejak kecil, Insyaallah anak akan menjadi alim. "

Pak Alim cerita kalau sedari kecil anak-anaknya selalu bersekolah di sekolah Islam, dan anak pertamanya sudah minta untuk "mondok" sejak kelas 3 SD. Tapi karena usia SD dirasa masih terlalu kecil untuk hidup di pondok maka Pak Alim baru memondokkan anaknya ketika SMP. Hal ini sangat menjadi pukulan besar bagi sang istri untuk hidup terpisah dari anaknya. Istrinya menangisi kepergian anaknya saat memutuskan untuk "mondok". Tapi Pak Alim mengatakan tidak apa menangisi anaknya yang akan jauh dari kedua orang tuanya untuk lebih mendalami Islam, daripada saat tua nanti menangisi anak yang jadi anak tidak tau diri.
Pas Pak Alim ngomong ini langsung "deg" bener juga ya. Aku sering baca berita tentang anak yang menelantarkan orang tuanya atau bahkan yang menjarain orang tuanya gara-gara orang tua yang utang ke anak. Gak habis pikir kok bisa-bisanya setega itu sama orang tuanya padahal tanpa orang tuanya mereka gak mungkin ada di dunia ini. Coba aja kalau anak diajari tentang ilmu agama sejak kecil aku rasa gak akan pernah ada anak yang memperlakukan orang tuanya sekejam itu. Oke kembali ke Pak Alim, aku semakin kagum sama cara didiknya ke anak-anaknya. Semua yang dikatakan Pak Alim bener semua. Dia juga bilang kalau semisal mau anaknya alim jangan sampai cuma nyuruh doang tapi kelakuan orang tuanya gak mencontohkan hal-hal yang baik. Contohnya aja ketika pengen anaknya rajin solat ya orang tuanya juga harus rajin solat. Karena orang tua itu cerminan anaknya, anak bakal niruin apa yang orang tuanya lakuin. Kalau baik ya niru baik kalau gak baik ya gak mungkin baik kan. Sesimpel itu. Jadi jangan harap anak akan jadi alim ketika orang tuanya gak pernah solat, gak pernah ke masjid, gak pernah ngaji, kenapa? Ya karena gak ada contohnya yang bisa ditiru si anak. Dan aku setuju banget sama pemikiran ini. Top deh.

Ok lanjutin lagi. Kali ini aku punya cerita tentang si anak pertama. Dia ini hebat banget menurutku, karena baru SMA kelas 10 aja udah hafal 14/16 juz Al Qur'an. Terus bisa tinggal jauh dari orang tuanya untuk waktu yang cukup lama. Apalagi hidup di pondok. Jujur aja untuk aku sendiri hidup di pondok itu sepertinya sangat syusyaah sekali karena dari kecil sampe besar aku gak pernah berkesempatan untuk mencicipi kehidupan pondok kecuali pas pesantren kilat aja. Di pesantren kilat menurutku sudah susah apalagi pondok yang sesungguhnya. Pas aku ngobrol ini ke Pak Alim dia jawab simpel juga. Susah karena aku gak pernah terbiasa. Bener juga sih, kalau mau punya anak yang alim dan pengen dipondokin memang harus dari kecil dibiasain untuk mengenal Islam dan lingkungan pondok supaya si anak punya kesadaran sendiri untuk mau masuk pondok.

Dulu sempet kepikiran kalau suatu saat punya anak aku pengen anakku masuk pondok pesantren biar jadi anak alim yang soleh dan solehah. Tapi ada pemikiran lain kayanya gak apa-apa kalau gak masuk pondok pesantren karena aku kasihan sama anakku kelak kalau harus bersusah payah di pondok. Dari cerita Pak Alim yang pondok putrinya yang terkenal dan cukup bergengsi aja tetep gak dapat fasilitas plus-plus. Kamarnya tetep satu kamar besar untuk 20 orang, makannya sederhana, gak boleh keluar pondok tanpa izin, pernah kecurian barang juga. Padahal bayarnya sudah cukup mahal menurutku. Belum lagi cerita lain yang pernah aku denger dari anak pondoknya langsung, makin gak tega kayanya kalau mau mondokin anak. Tapi setelah ngobrol sama Pak Alim kayanya memang paling tepat kalau punya anak kelak dipondokin aja karena Insyaallah dunia dapet akhirat pun juga dapet. Apalagi semakin hari semakin gak karuan lingkungan buat kids zaman now.

Jadi kalau mau anaknya mau masuk pondok harus mulai berubah dari sekarang. Harus semakin rajin solat tepat waktu kalau bisa jamaah, rajin solat sunah, rajin baca Al Qur'an, rajin puasa wajib dan sunah, rajin sedekah, pokoknya tambahin hal-hal baik apapun dari sekarang. Kan anak itu cerminan orang tuanya. Eh tapi kan aku belum ada jodohnya kok udah ngomongin masalah anak ya.. wkwkwk.. Gak apa apa lah berbuat baik dari sekarang juga gak ada ruginya kok siapa tau ketemu jodoh soleh yang mau membina rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.. Eaaaa.. Jodohkan juga cerminan diri kita juga, kalau solehah dapetnya soleh juga kan.. Hehe..

Oke deh sekian dulu kali ini, maaf kalau agak panjang dan bahasanya masih "ngalor ngidul" maklum masih baru mulai belajar nulis beginian. Semoga kedepannya semakin baik lagi. Oke Salam Manfaat 👍💜💕.

Wassalamualaikum wr wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IKUTI SAJA

#CERDAS6 IKUTI SAJA Assalamualaikum wr wb semua, mohon maaf untuk hari Kamis kemarin tidak ada cerita yang di- posting karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dulu. Ok dan hari ini ada sedikit pengumuman yaitu mulai dari #CERDAS6 saya akan mengganti penyebutan 'aku' menjadi 'saya' dan menggunakan bahasa yang lebih enak untuk dibaca lagi. Semoga lebih bermanfaat lagi untuk kedepannya. Aamiin.. Baiklah kita mulai saja. Cerita ini terinspirasi dari kajian pertama yang mulai saya ikuti. Pertama? Ya, ini kajian pertama setelah saya mulai memutuskan untuk belajar lebih mendalami Islam. Dalam kajian tersebut saya mendapatkan ilmu baru, kenalan baru, dan tentunya mengharap agar mendapat ridha ALLAH SWT. Isi dari kajian tersebut secara keseluruhan membahas bahwa sebagai Muslim kita cukup mengikuti apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangan dari ALLAH SWT. Sebenarnya hal yang cukup simpel, tapi ada dari sebagian Muslim yan...

CERITA DARI SUSAN

flower and cat Selamat datang di blog  ceritadarisusan.blogspot.com  dan perkenalkan aku Susan Mardiana atau bisa dipanggil Susan akan memberikan cerita-cerita yang selama ini sudah aku alami sendiri untuk kalian semua. Ceritanya ya pasti macem-macem dari senang, sedih, menegangkan, menyeramkan, mengharukan, memalukan, atau bahkan beyond my imagination , pokoknya bakalan banyak cerita yang akan aku bagi untuk kalian. Selain banyak cerita pastinya akan ada nilai-nilai kehidupan dari yang simpel sampai yang agak complicated yang semoga bisa aku berikan. Pokoknya aku berharap semua yang baca blog ini punya sesuatu yang bisa didapat setelah baca cerita yang aku tulis. Jangan segan-segan untuk kasih kritik dan saran ya, karena itu akan sangat berarti banyak buatku. Terimakasih semuanya yang sudah mau mampir di  ceritadarisusan.blogspot.com . Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Salam Manfaat 

SEHAT ITU MAHAL

#CERDAS3 SEHAT ITU MAHAL Assalamualaikum wr wb semuanya, Alhamdulillah bisa nulis lagi, untuk seterusnya Insyaallah aku bakal posting cerita baru setiap Minggu dan Kamis. Semoga bisa terlaksana dengan izin Allah, karena di blog sebelumnya biasanya semangat diawal aja tapi seterusnya udah melempem kaya krupuk yang lupa ditutup tutup toplesnya, hahaha.. Semoga yang ini bisa nulis seterusnya, Aamiin.. Oke lah kali ini aku mau cerita tentang kesehatan. Seperti judulnya sehat itu mahal. Aku yakin banyak orang yang setuju sama ini dan banyak juga yang udah ngebuktiin kalimat ini. Kenapa sih ya bisa tercipta kalimat ini? Kalau menurutku sih ya karena kalau misal kita lagi sakit terus kita mau sembuh kita harus berobat dulu. Berobat pasti butuh biaya dan bisa jadi biayanya itu bisa dibilang mahal kalau ternyata perlu perawatan yang lebih biar cepet sembuh. Dan lagi selain dari segi biaya, seseorang ketika lagi sakit juga bakal kehilangan waktu karena harus fokus untuk penyembuhan dulu...